Dapatkan paket - paket menarik tour labuan bajo holidays, diskon hingga 30%
TRAVEL@LABUANBAJOHOLIDAYS.COM

Berkunjung ke Rumah Suku Modo yang berada di Wae Rebo

Berkunjung ke Rumah Suku Modo yang berada di Wae Rebo – Wae Rebo, sebuah kampung yang masih berpedoman teguh pada tradisi istiadat, penduduknya masih tinggal di dalam rumah beratap ijuk kerucut yang biasa disebutkan Mbaru Niang.

Wae Rebo sebagai desa adat yang berada di daerah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. yang letak ketinggiannya berada 1.200 m di atas permukaan laut. Di kampung ini cuma terdapat 7 rumah utama atau yang dikatakan sebagai Mbaru Niang. Dari Labuan Bajo, Wae Rebo dapat dijangkau dengan perjalanan darat kurang lebih 3 sampai 4 jam lewat Denge. Dari Denge yang disebut kampung paling dekat ke arah Wae Rebo, yang terdapat di lembah di antara pegunungan, cuma dapat ditempuh dengan jalan kaki selama kurang lebih 4 jam. Medannya banyak variasi dimulai dari jalanan berbatu, jalan tanah yang menanjak sampai melalui sungai dengan melalui jembatan yang menggunakan bambu.

Wae Rebo Merupakan Warisan Budaya UNESCO

Wae Rebo adalah rumah Suku Modo. Desa ini sudah pernah memperoleh penghargaan dari PBB. Rumah tradisional mereka, Mbaru Niang, mendapat penghargaan dari UNESCO sebagai konservasi warisan budaya. Penduduk Wae Rebo masih menjaga kebiasaan serta budaya tradisi mereka dengan cara turun temurun. Desa ini berubah menjadi salah satunya tujuan wisata alam serta budaya di Flores yang menarik pelancong khususnya turis luar negeri.

Perjalanan ke Wae Rebo diawali dari desa Denge, desa paling dekat dari Wae Rebo. Itu juga dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebihnya 4 jam, lewat jalan menanjak serta setapak. Selama perjalanan yang keras ini kita akan ditemani oleh panorama yang indah di kanan serta di kiri sepanjang perjalanan. Pengunjung harus menyewa pemandu penduduk lokal Manggarai jadi penunjuk jalan serta dapat merangkap jadi porter yang dapat membawa barang bawaan.

Baca Juga  Tips Berkunjung ke Kampung Wae Rebo

Wae Rebo ada di lembah gunung serta dataran tinggi. Waktu malam hari udaranya cukup dingin. Namun menginap di dalam rumah tradisional Wae Rebo atau dimaksud dengan Mbaru Niang, sangatlah nyaman serta hangat. Penduduk menyediakan alas tidur, selimut tebal yang bersih sampai makan malam buat pengunjungnya.

Lintasan ke arah Wae Rebo cukup menguras tenaga serta bikin semua otot paha serta betis berasa terbakar serta kaku bila tidak biasa mengerjakan aktivitas fisik. Jaraknya kurang lebih 8-9 km., tetapi sekarang ada ojek dari Denge sampai pos 1, sehingga tidak terlalu menguras tenaga jika naik ojek.

Desa Wa Rebo mempunyai satu perpustakaan. Pengunjung bisa menyumbangkan buku bacaan untuk perpusatakaan ini. Baiknya buku-buku diberikan langsung pada bapak guru Wae Rebo atau orang dewasa yang lainnya, bukan pada beberapa anak di Wae Rebo.

Upacara Waelu Waktu akan memasuki kampung Wae Rebo, tiap pengunjung harus membunyikan kentongan bambu yang ada dalam sebuah gubuk atau bangunan bambu sebagai pemberi tanda kedatangan. Sebelum diterima penduduk serta tetua adat dengan ritual penyambutan, pengunjung belum dibolehkan ambil gambar maupun video.

Tiap tamu yang berkunjung ke Wae Rebo mesti melalui Upacara Waelu. Ini seperti penyambutan buat pengunjung dimana kepala adat akan memberikan sambutan serta mendoakan pengunjung supaya selamat, aman serta tidak ada masalah saat berkunjung. Konon diyakini, pengunjung yang tidak mengikuti Upacara Waelu akan melalui beberapa hal yang aneh.

Mudah-mudahan informasi ini dapat memberikan tambahan rasa ingin tahu Anda untuk segera berkunjung ke pulau eksotis flores yang dapat dikunjungi bersama dengan labuanbajoholidays.com

Labuan Bajo Holidays

Labuan Bajo holidays adalah Tour organizer yang terletak di taman nasional komodo yang menyediakan wisata seperti, wisata labuan bajo, tour labuan bajo, paket labuan bajo, labuan bajo tour, labuan bajo trip

View All Posts

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *